Ejakulasi Rutin Baik untuk Sperma, dr Tirta Ingatkan Tak Boleh Dilakukan Setiap Hari
Sebaliknya, pria yang memiliki masa pantang ejakulasi lebih pendek, yakni kurang dari dua hari, diketahui memiliki kualitas sperma yang lebih segar. Kondisi tersebut juga dapat meminimalisir kerusakan DNA pada sperma.
Temuan ini bahkan sering dianjurkan bagi pria yang sedang menjalani program kehamilan. Kualitas sperma yang lebih baik dinilai dapat meningkatkan peluang pembuahan.
Selain itu, laporan yang dihimpun dari National Library of Medicine juga menunjukkan bahwa pria yang cukup rutin melakukan ejakulasi memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat.
Sebaliknya, pria yang jarang melakukan ejakulasi disebut memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kanker prostat. Karena itu, menjaga frekuensi ejakulasi dalam batas yang wajar dinilai penting untuk kesehatan reproduksi pria.
Meski begitu, dr Tirta tetap mengingatkan agar masyarakat memahami hasil penelitian secara bijak. Frekuensi ejakulasi sebaiknya dilakukan secara normal dan tidak berlebihan agar tetap memberi manfaat bagi kesehatan tubuh.
Editor: Dani M Dahwilani