Dokter Internsip Meninggal karena Campak, Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Tenaga Medis
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya kasus campak di Kabupaten Cianjur pada awal tahun. Data Kemenkes menunjukkan terdapat 15 kasus suspek dan 10 kasus campak terkonfirmasi di wilayah tersebut. Lonjakan kasus tercatat pada minggu ke-10.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah tidak hanya memperluas vaksinasi tetapi juga memperketat perlindungan bagi tenaga kesehatan.
Kemenkes Konfirmasi Dokter Andito Mohammad Wibisono Meninggal Dunia akibat Campak
Kemenkes mewajibkan fasilitas kesehatan tempat internsip memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD). Selain itu, pengaturan beban kerja dan hak istirahat tenaga medis juga menjadi perhatian.
“Kami juga mewajibkan wahana penempatan untuk memastikan ketersediaan APD serta mengatur beban kerja dan hak istirahat yang cukup bagi nakes yang menangani penyakit menular,” ucap dr Andi.
Pemerintah tengah mempercepat analisis uji klinis vaksin untuk memperluas program imunisasi campak pada kelompok dewasa. Langkah ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan lebih tinggi.
Editor: Dani M Dahwilani