Cara Unik Ekspresikan Rasa Sakit dengan Buku Gambar, Bermanfaat untuk Disabilitas
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, Prof. Rini Sekartini menjelaskan, terdapat kendala berbicara dan komunikasi nonverbal membuat penyandang disabilitas sulit menyatakan rasa sakit dengan benar.
“Karena sulit menyampaikan apa yang dirasakannya, mereka menjadi tantrum untuk melampiaskan kekesalannya akibat orang lain tidak mengerti,” kata Rini dalam penutupan kampanye ‘Say Pain’ yang digagas oleh Daewoong Pharmaceutical, belum lama ini.
Penyandang disabilitas juga kesulitan menentukan dengan pasti derajat sakit atau kondisi emergency. Kesulitan menentukan atau menunjukkan lokasi sakit, dan sulit dalam pemberian obat (kadang harus dipaksa).
Buku Bergambar AAC
Daewoong Pharmaceutical, perusahaan perawatan kesehatan global asal Korea, mengadakan kampanye Say Pain untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas perkembangan di Indonesia.
Salah satu bentuk kampanye ini dengan memproduksi buku bergambar AAC (Augmented and Alternatives Communication) berjudul Katakan Rasa Sakitmu. Buku AAC bertujuan untuk dapat membantu penyandang disabilitas mengungkapkan gejala sakitnya kepada dokter sehingga dapat menerima diagnosis dan pengobatan yang tepat.