Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal Buka Puasa Jakarta 20 Februari 2026 Beserta Doanya
Advertisement . Scroll to see content

Buka Puasa Pakai Gorengan Tiap Hari, Ingat 5 Risiko bagi Kesehatan

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:37:00 WIB
Buka Puasa Pakai Gorengan Tiap Hari, Ingat 5 Risiko bagi Kesehatan
Di balik kenikmatannya, kebiasaan makan gorangan setiap buka puasa menyimpan risiko kesehatan yang tak bisa dianggap sepele. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

2. Asam Lambung Naik (GERD)

Gorengan mengandung kadar lemak tinggi yang dapat memicu relaksasi katup lambung. Hal ini berisiko menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan atau dikenal sebagai **gastroesophageal reflux disease (GERD)**.

Gejala yang muncul biasanya berupa rasa terbakar di dada (heartburn), mual, hingga rasa pahit di mulut. Kondisi ini dapat semakin parah pada orang yang memiliki riwayat maag.

Jika dibiarkan berulang, gangguan asam lambung dapat mengganggu kualitas ibadah dan aktivitas malam hari. Karena itu, penting membatasi konsumsi makanan berminyak saat berbuka.

3. Lonjakan Gula Darah

Banyak gorengan dibuat dari tepung putih dengan indeks glikemik cukup tinggi. Ketika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong, makanan ini dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat.

Setelah melonjak, kadar gula darah bisa turun drastis dalam waktu singkat. Dampaknya, tubuh terasa lemas dan mudah lapar kembali meski baru saja berbuka.

Dalam jangka panjang, pola seperti ini berpotensi memicu gangguan metabolisme. Terutama jika disertai konsumsi minuman manis berlebihan saat berbuka.

4. Risiko Kolesterol dan Penyakit Jantung

Sebagian besar gorengan dimasak menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Tidak jarang, minyak tersebut digunakan berulang kali sehingga kualitasnya menurun.

Proses pemanasan berulang dapat menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi tubuh. Konsumsi lemak trans berlebihan berkaitan dengan peningkatan kolesterol jahat (LDL).

Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan kardiovaskular lainnya. Dampaknya mungkin tidak terasa dalam waktu singkat, tetapi berpotensi serius dalam jangka panjang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut