Benarkah Makan Buah Bisa Bikin Asam Urat? Guru Besar IPB Kasih Paham!
Dia menjelaskan, proses metabolisme fruktosa membutuhkan energi dalam jumlah besar yang berasal dari adenosin trifosfat (ATP). Ketika ATP digunakan secara berlebihan, tubuh akan menghasilkan senyawa turunan yang kemudian dikonversi menjadi asam urat.
"Kalau ada banyak fruktosa dikonsumsi, itu akan dijadikan lemak dan akhirnya akan ada produk sampingnya berupa asam urat," jelas pakar mikrobiologi, bioteknologi, dan genetika molekuler tersebut.
Meski demikian, Prof Antonius menegaskan masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi buah. Buah tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehat selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Dia menjelaskan bahwa kemampuan tubuh mengubah fruktosa menjadi lemak sebenarnya merupakan mekanisme evolusi yang dahulu membantu manusia bertahan hidup ketika makanan sulit diperoleh. Pada masa kini, kondisi tersebut justru berubah karena fruktosa mudah ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman.
"Dengan kondisi manusia sekarang ada banyak sumber fruktosa di mana-mana. Kalau tidak mengonsumsinya dengan lebih bijaksana, yang tadinya untuk survival malah bisa menyebabkan penyakit," katanya.
Karena itu, masyarakat dianjurkan tetap mengonsumsi buah secara seimbang dan tidak berlebihan. Pola makan yang bijak dinilai penting untuk membantu menekan risiko asam urat, obesitas, hipertensi, maupun gangguan metabolisme lainnya.
Editor: Muhammad Sukardi