Banyak Remaja Indonesia Terdeteksi Gangguan Mental, Kemenkes Bongkar Datanya!
Yang lebih mengkhawatirkan, pada kelompok SMA angka gangguan mental dan depresi ditemukan semakin meningkat. Di saat yang sama, remaja juga menghadapi persoalan kesehatan lain seperti karies gigi, hipertensi, risiko TBC, hingga obesitas.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa hasil CKG memberikan gambaran yang jauh lebih jelas mengenai persoalan kesehatan masyarakat di setiap kelompok usia. Dengan data tersebut, pemerintah dapat menyusun intervensi yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam penanganan kesehatan mental remaja.
"Sekarang kami memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap. Kita tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA," ujar Menkes Budi dalam siaran persnya, dikutip Jumat (17/7/2026).
"Dengan data ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif," tambahnya.
Temuan ini memperkuat hasil skrining CKG sebelumnya yang juga menunjukkan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Pada skrining terhadap sekitar 7 juta anak, Kemenkes mendeteksi gejala depresi pada sekitar 4,8 persen anak dan gejala kecemasan pada 4,4 persen anak.