5 Minuman Bantu Tubuh Terhidrasi Selama Puasa Ramadan, Nomor 4 Sering Terlupakan
3. Teh Herbal
Teh herbal seperti chamomile atau peppermint bisa menjadi minuman hangat yang menenangkan setelah berbuka. Minuman ini umumnya tidak mengandung kafein sehingga tidak memicu efek diuretik berlebihan.
Dengan kadar kafein rendah atau nol, teh herbal membantu tubuh mendapatkan cairan tanpa meningkatkan risiko kehilangan cairan kembali. Selain itu, aromanya juga memberi efek relaksasi.
4. Susu
Susu sering kali tidak terpikirkan sebagai minuman berbuka. Padahal, penelitian menunjukkan susu, baik skim maupun utuh, dapat membantu tubuh menahan cairan lebih lama dibandingkan air biasa.
Selain membantu hidrasi, susu juga mengandung kalsium dan protein yang penting untuk pemulihan energi setelah berpuasa. Konsumsi secukupnya agar tidak menimbulkan rasa begah.
5. Jus Buah atau Sayur Alami
Jus buah atau sayur dari 100 persen bahan alami dapat membantu menambah cairan sekaligus memasok vitamin dan mineral. Kandungan gula alaminya memberikan energi tambahan setelah tubuh seharian berpuasa.
Meski begitu, sebaiknya hindari tambahan gula berlebih agar manfaatnya tetap maksimal. Jus segar tanpa pemanis tambahan menjadi pilihan yang lebih sehat.
Selain memilih 5 minuman bantu tubuh terhidrasi selama puasa Ramadan, penting juga menghindari minuman tinggi gula dan minuman berkafein tinggi seperti kopi atau teh hitam pekat. Jenis minuman tersebut dapat memicu kehilangan cairan lebih cepat.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi selama Ramadan sangat penting untuk mencegah gejala seperti pusing, sakit kepala, dan kelelahan. Dengan memilih minuman yang tepat saat berbuka dan sahur, tubuh dapat memulihkan cairan lebih optimal sehingga ibadah dan aktivitas harian tetap berjalan lancar.
Editor: Dani M Dahwilani