Terinspirasi Roehana Koeddoes, Meutya Hafid Cerita Tantangan Jadi Jurnalis Perempuan di Daerah Konflik
Meutya mengakui, keteguhan itu tak lepas dari inspirasi Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia yang juga telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Dia menyebut Roehana sebagai simbol perjuangan panjang jurnalis perempuan yang telah dimulai sejak lebih dari seabad lalu.
Momen Menteri Meutya Dampingi Siswa SMPK Penabur Gading Serpong Jalani CKG Sekolah
"Dan ini mengingatkan saya memberi kekuatan saya, rasa bagi kita semua bahwa perjuangan itu ada dari sejak tahun 1911 bahkan sebelumnya,” ujar Meutya.
Dia menilai Roehana Koeddoes sebagai pionir yang membuka jalan bagi perempuan untuk bersuara di dunia pers, sekaligus menjadi pemantik semangat bagi jurnalis perempuan di era digital saat ini.
Di Depan Pengembang Gim, Meutya Hafid Ajak Lindungi Anak dari Konten Kekerasan: Ini Tanggung Jawab Bersama
"Ibu Roehana Koeddoes menjadi pionir yang membuat kita semua harus terus semangat di era saat ini,” ujarnya.
Meutya juga menyoroti masih minimnya keterwakilan perempuan di dunia jurnalistik. Berdasarkan perkiraannya, jumlah jurnalis perempuan di Indonesia hingga kini baru mencapai sekitar 25 persen dari total jurnalis nasional.
"Agak sulit mengukur jumlah jurnalis sebetulnya berapa, tapi angka untuk perempuan kurang lebih tetap baru 25 persen. Jadi, kalau total jurnalis 250.000 jurnalis, maka perempuannya 62.500,” katanya.