Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kelola Selat Hormuz, AS Ancam Oman dan Siapkan Tekanan terhadap Iran
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Kembali Melemah Pagi Ini, Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:06:00 WIB
Rupiah Kembali Melemah Pagi Ini, Dekati Rp18.000 per Dolar AS
Ilustrasi rupiah dibuka melemah mendekati Rp18.000 per dolar AS. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Konsekuensinya, volume permintaan terhadap Dolar AS di pasar domestik meningkat tajam untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan komoditas tersebut.

Ibrahim menambahkan, tekanan eksternal tersebut berkelindan dengan sederet persoalan struktural dari dalam negeri. Beban domestik yang ikut menggerus kekuatan Rupiah antara lain tingginya aktivitas impor minyak, siklus pengiriman dividen korporasi ke luar negeri, fenomena konversi dana simpanan masyarakat ke aset valas, serta besarnya liabilitas utang jatuh tempo milik pemerintah maupun sektor swasta.

Kondisi fiskal ini kian diperparah oleh kekhawatiran para pengelola dana asing terhadap efektivitas tata kelola sejumlah program pemerintah saat ini. Sentimen negatif tersebut memicu penarikan modal secara masif dari pasar keuangan nasional.

“Arus modal asing keluar cukup deras pada masa libur panjang ini. Sementara Bank Indonesia hanya bisa melakukan intervensi secara terbatas,” ungkap Ibrahim. 

Di lini kebijakan moneter, prospek perbaikan kurs domestik masih terganjal oleh sikap agresif bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Pernyataan terbaru dari para pejabat The Fed yang kembali memprioritaskan penanganan risiko inflasi melahirkan ekspektasi bahwa rezim suku bunga tinggi (higher-for-longer) akan bertahan lebih lama, yang berujung pada penyusutan ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang.

“Dalam perdagangan hari ini rupiah kemungkinan masih melemah hingga mendekati Rp17.900 per dolar AS,” pungkas Ibrahim.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut