Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Anjlok Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, BI Ungkap Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2024 Diprediksi Melandai, Ekonom Sarankan Ini ke BI

Rabu, 25 September 2024 - 20:38:00 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2024 Diprediksi Melandai, Ekonom Sarankan Ini ke BI
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda optimisme bangkit, mulai dari stabilitas ekonomi hingga penyaluran kredit tumbuh positif. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Melihat dinamika makro ekonomi dalam negeri sedemikian itu, Piter memandang Bank Indonesia perlu mengurangi operasi moneter kontraksinya dengan menghentikan penerbitan SRBI.

Penurunan suku bunga tanpa diikuti oleh operasi moneter yang lebih longgar, lanjutnya, tidak akan berdampak pada pergerakan suku bunga kredit perbakan.

“Dengan skenario kebijakan moneter seperti itu kira-kira dampak ke perekonomian kita seperti apa? Ya tidak berubah karena tidak ada yang berubah, hanya BI rate yang turun, tetapi likuiditasnya tetap, kondisi ekonominya tetap,” ucapnya.

“Sederhana, BI menghentikan penerbitan SBRI, karena arti dari penerbitan SBRI itu adalah BI mengeluarkan instrumen, narik likuiditas dari perbankan, masuk ke BI. Kalau duitnya perbankan masuk ke BI, berarti duit yang masuk ke penerbitan SBN akan berkurang,” tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut