Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Anjlok Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, BI Ungkap Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2024 Diprediksi Melandai, Ekonom Sarankan Ini ke BI

Rabu, 25 September 2024 - 20:38:00 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Semester II 2024 Diprediksi Melandai, Ekonom Sarankan Ini ke BI
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda optimisme bangkit, mulai dari stabilitas ekonomi hingga penyaluran kredit tumbuh positif. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

“BI punya dua instrumen utama yang sekarang ini digunakan oleh BI untuk mengatur likuiditas dalam rangka menjamin stabilitas. Pertama, suku bunga, suku bunga dinaikkan, tetapi disisi lain Bank Indonesia itu juga yang seperti saya jelaskan sebelumnya melakukan operasi moneter yang menyerap likuiditas,” tuturnya

Sejak diterbitkan pada 17 September 2024, penerbitan SRBI telah mencapai Rp918,42 triliun. Piter memandang, hal yang menjadi persoalan saat ini adalah likuiditas negara masih ‘kering’ alias menipis. 

Menurutnya, jumlah uang beredar saat ini masih di bawah pertumbuhan ekonomi, karena itu harus diwaspadai. 

“Jadi pertumbuhan sederhananya gini, kalau pertumbuhan jumlah uang beredar di bawah pertumbuhan ekonomi itu uda gak wajar karena uang dibutuhkan untuk membiayai ekonomi,” kata dia. 

“Ketika ekonominya sendirinya tidak cukup dibiayai oleh jumlah uang, pertumbuhan uangnya itu kondisinya pasti tidak sehat. Dampak keringnya likuiditas adalah suku bunga tetap tinggi,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut