Menko Airlangga Sebut Krisis Mengajarkan Pentingnya Ketahanan Sektor Pangan dan Energi
Dia menjelaskan, dari sisi kesehatan, pemerintah terus berupaya membangun ketahanan kesehatan baik dalam hal infrastruktur, SDM, maupun industri kesehatan.
Surveillance terus diperkuat guna mengantisipasi munculnya varian baru Covid-19. Sementara itu, komitmen investasi pada pembangunan sistem kesehatan juga tercermin dalam implementasi APBN 2022. “Pembangunan di sektor kesehatan memiliki multiplier effect yang tinggi terhadap ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Komitmen terhadap perbaikan sistem kesehatan akan meningkatkan kepercayaan dan kemampuan Indonesia dalam menghadapi risiko di masa mendatang,” tutur Menko Airlangga.
Selanjutnya, dari sisi ketahanan pangan Pemerintah berkomitmen meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan melalui berbagai strategi yaitu, implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terkait penyederhanaan, percepatan, kepastian dalam perizinan, serta persertujan HM.4.6/156/SET.M.EKON.3/3/2022 ekspor/impor; digitalisasi UMKM pertanian dan perikanan.
Selain itu, pengembangan sistem logistik pangan bersinergi dengan BUMN, penguatan kerjasama antar daerah dalam pemenuhan pangan, pembentukan BUMN Pangan, dan peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Di sektor energi, Menko Airlangga menerangkan bahwa krisis energi dunia yang terjadi saat ini menjadi peluang sekaligus mengafirmasi komitmen transisi dan investasi menuju energi baru terbarukan atau energi bersih.
Peluang tersebut muncul karena Indonesia memiliki potensi green energy, yaitu tenaga surya, angin, air, dan geothermal, yang apabila dikembangkan dapat mendukung ketahanan energi berbasis pulau yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.
“Krisis mengajarkan kita berbagai hal termasuk membuka peluang untuk mengakselerasi transformasi dan reformasi. Dengan kerjasama seluruh stakeholders, Indonesia terbukti mampu melewati dan beradaptasi dari krisis pandemi,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki