Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China Bangun 43.000 Pabrik Pintar, AI Jadi Syarat Wajib Industri Manufaktur
Advertisement . Scroll to see content

Kemenperin Rumuskan Indikator Kesiapan Sektor Manufaktur Menuju Industri 4.0

Senin, 20 Juli 2020 - 21:45:00 WIB
Kemenperin Rumuskan Indikator Kesiapan Sektor Manufaktur Menuju Industri 4.0
Kemenperin telah merumuskan indikator untuk mengukur kesiapan sektor manufaktur dalam transformasi menuju industri 4.0 (INDI 4.0). (Foto: Kemenperin)
Advertisement . Scroll to see content

Lalu, setelah memiliki Device yang mumpuni, tahap selanjutnya ialah bagaimana mereka menggunakan Network. Mengkoneksikan antara Device ke system yang sudah exsisting.

“Tapi peran manusia di situ tetap ada. Yaitu menggunakan Application. Untuk memverifikasi apakah mesin itu sudah berjalan dengan benar atau belum. Ada kesalahan di mana? Sebagai operator, namun dengan level yang lebih tinggi karena tidak hanya duduk memindahkan barang tapi juga sudah punya fungsi analisa,” ujarnya.

Stephanus menilai, industry 4.0 bukan untuk mengurangi tenaga kerja manusia. Justru industry 4.0 bertujuan untuk meningkatkan added value dari manusia.

“Bukan produk, tapi manusianya. Kalau manusianya kita tingkatkan, kita kasih pekerjaan yang lebih manusiawi, bukan hanya memindahkan barang. Itu kan pekerjaan mesin. Kalau kita bisa beri pekerjaan yang lebih memanusiakan mereka, maka produk yang dihasilkan otomatis akan meningkat. Baik itu secara kualitas dan lain-lainnya. Dan itu sudah dibuktikan dengan kita menembus pasar ekspor,” kata Stephanus.

Pasar ekspor bisa menjadi tolak ukur bagi produk yang dihasilkan manufaktur yang telah bertransformasi ke era 4.0 karena standar yang ditentukan di berbagai negara sangat tinggi dan berbeda-beda pula.

“Pasar ekspor ini tentu memiliki kualiti cek yang lebih tinggi. Bahkan standarnya berbeda-beda. Nah ini, dengan implementasi 4.0 ini dan juga bimbingan dari kementerian kita berharap bisa ditingkatkan lagi. Jadi perusahaan yang seratus persen kepemilikan Indonesia ini bisa menjadi perusahaan global,” ujar Stephanus.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut