Kemenperin Rumuskan Indikator Kesiapan Sektor Manufaktur Menuju Industri 4.0
Tatalogam Group menjadi manufaktur logam pertama yang menjalani assessment INDI 4.0 BPPI Kemenperin. Assessment kemudian dilanjutkan dengan pendampingan secara online.
Doddy menilai, inovasi yang selama ini dilakukan Tatalogam Group ditambah pendampingan dari BPPI, akan mendorong perusahaan lebih lebih maju. “Jadi Tatalogam ini kan tadi disebutkan sudah melakukan sertifikasi aplikator, sudah memiliki sertifikat dari Amerika, memiliki teknologi yang sudah maju, serta mampu berinovasi di tengah pandemi dengan membuka pasar baru di berbagai negara. Jadi kami harap mereka bisa menjadi lighthouse Indonesia sehingga bisa dijadikan contoh bagi industri lain di bawahnya agar bisa segera menuju era 4.0,” terang Doddy.
Dalam kesempatan yang sama, Vice President Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi mengatakan, secara garis besar implementasi 4.0 sudah mulai dilakukan Tatalogam Group di beberapa lini.
“Kita sudah lakukan dibeberapa lini. Mulai dari machine to machine. Antara mesin itu sudah berhubungan. Jadi kalau buat kami, implementasi 4.0 itu konsepnya DNA. Harus ada Device, Network, dan Application (DNA),” ujarnya.
Stephanus menjelaskan, Device yang dimaksud berarti mereka memiliki mesin yang sudah lebih pintar. “Karena dia berputar beberapa kali, dia menghasilkan produk berapa? Dia bisa mengeluarkan output berapa tanpa ada yang mencatatnya terlebih dahulu, langsung terhubung ke ERP,” katanya.