Di sisi global, meski Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperingatkan potensi perlambatan ekonomi dunia pada 2026 akibat tingginya biaya energi, pasar masih mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa tekanan geopolitik mulai mereda.
Sementara itu, pasar juga terus memantau arah kebijakan bank-bank sentral utama dunia. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat, sedangkan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BOJ) masih membuka peluang melanjutkan siklus pengetatan moneter.
Dengan kombinasi meredanya risiko geopolitik, penguatan rupiah, prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik, serta optimisme terhadap sektor perbankan, IHSG berpeluang melanjutkan reli pada pekan depan dengan level 6.100 menjadi target terdekat yang akan diuji pelaku pasar.
Editor: Aditya Pratama