JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan. Indeks saham akan menguji level psikologis 6.100 seiring membaiknya sentimen global serta sejumlah faktor domestik yang mendukung pergerakan pasar.
Praktisi pasar modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee mengatakan, pasar keuangan Indonesia mendapatkan dorongan dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan nilai tukar rupiah, hingga optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
KJRI New York Perkuat Promosi Bisnis, Investasi hingga Ekraf Indonesia di Pasar AS
"IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 5,900 sampai level 5,677 dan resistance di level 6,100 sampai level 6,264," ujar Hans saat dihubungi iNews.id, Minggu (14/6/2026).
Hans menambahkan, harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mendorong penguatan bursa saham global. Kondisi tersebut turut menekan harga minyak dunia yang sebelumnya sempat melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 2 Persen, Kembali ke Level 6.000
Penurunan harga minyak dinilai positif bagi Indonesia karena dapat mengurangi tekanan inflasi, memperbaiki neraca perdagangan, serta mengurangi beban fiskal terkait subsidi energi.