Dalam Kondisi Volatilitas, Keputusan Reaktif Berpotensi Kurangi Kualitas Alokasi Aset
Anda bisa cut loss jika kerugian sudah mencapai batas yang sebelumnya Anda tentukan sendiri. Kemudian cut loss juga bisa dilakukan jika memang fundamentalnya sangat buruk.
Saat melakukan analisis teknikal dan menemukan adanya downtrend, maka ini bisa jadi alasan tepat untuk melakukan cut loss.
Namun Anda bisa mengambil keputusan untuk hold apabila fundamentalnya masih cukup kuat. Hold juga bisa jadi pilihan jika investasi dilakukan untuk tujuan jangka panjang.
Berikutnya cobalah untuk melakukan manajemen ulang portofolio. Pemilihan instrumen yang salah, diversifikasi yang kurang tepat, juga manajemen portofolio yang tidak efektif bisa menjadi pemicu terjadinya capital loss.
Lebih baik analisis portofolio Anda dan lakukan pengaturan ulang. Diversifikasi bisa dilakukan dengan lebih bijak, misalnya dengan mempertimbangkan instrumen lain yang lebih stabil seperti Obligasi ORI.
Gunakan juga saham-saham defensif untuk mencegah terjadinya kerugian dalam nilai besar. Namun hal ini bisa Anda lakukan jika manajemen capital loss sudah tepat dan ada dana back up.
Capital loss mungkin akan membuat Anda panik. Terlebih sebagai investor, Anda pasti berharap hal semacam ini tidak pernah terjadi.
Namun jika memang harus mengalami capital loss, cobalah untuk tetap tenang. Sebisa mungkin usahakan agar Anda tidak panik dan jangan mudah mengambil keputusan secara emosional.
Keputusan emosional biasanya diambil secara gegabah. Tidak ada pertimbangan matang dan rasional dalam keputusan tersebut.
Sebagai investor, dana darurat memiliki peran yang sangat penting. Apalagi saat mengalami capital loss seperti ini.