Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : HighEnd dan Standard Chartered Indonesia Gelar Wine Pairing Night: The Art of Refinement
Advertisement . Scroll to see content

Dalam Kondisi Volatilitas, Keputusan Reaktif Berpotensi Kurangi Kualitas Alokasi Aset

Senin, 29 Juni 2026 - 16:54:00 WIB
Dalam Kondisi Volatilitas, Keputusan Reaktif Berpotensi Kurangi Kualitas Alokasi Aset
Ilustrasi. (Foto: dok Pexels)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Capital loss menjadi bagian dari investasi yang seringkali tidak bisa dihindari. Kondisi ini bisa terjadi apapun instrumen Anda, baik itu reksadana, Obligasi ORI, dan yang lainnya.

Tentunya harus ada langkah bijak dalam menyikapi capital loss ini. Jangan sampai Anda panik dan tidak paham langkah apa yang perlu diambil.

Mari cari tahu lebih jauh mengenai capital loss dan cara bijak saat menghadapi kondisi tersebut.

Bagaimana Capital Loss Bisa Terjadi?

Capital loss menjadi suatu hal yang sangat mungkin terjadi ketika Anda melakukan investasi. Anda bisa saja melakukan langkah antisipasi namun peluang terjadinya hal ini tetap akan ada.

Ringkasnya, capital loss merupakan kondisi dimana Anda mengalami kerugian dana saat berinvestasi. Ini bisa terjadi saat Anda melakukan penjualan aset dengan harga lebih rendah dari saat pembelian. 

Tentunya ada banyak sekali faktor penyebab terjadinya capital loss. Bisa karena ada penurunan nilai di pasar, performa bisnis yang buruk, faktor perekonomian, juga sentimen negatif. 

Keputusan investasi yang tidak tepat ternyata juga bisa menjadi pemicu capital loss. Itulah mengapa keputusan investasi harus diambil melalui pertimbangan yang matang agar tidak salah langkah. 

Capital loss dapat terjadi kapan saja bahkan tanpa Anda duga sebelumnya. Banyak investor yang mungkin akan menunjukan reaksi panik ketika hal ini terjadi.

Sebenarnya kepanikan saat terjadi capital loss adalah sebuah hal yang wajar. Namun sebaiknya sanggup diatasi dengan baik dan bijak oleh investor.

Menyikapi Capital Loss

Investor yang bijak tidak hanya harus pandai dalam melakukan analisis dan mengambil langkah. Lebih dari itu, investor juga harus siap menghadapi situasi capital loss.

Berikut adalah beberapa langkah bijak dalam menyikapi capital loss saat berinvestasi.

Menganalisis Penyebab

Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah menganalisis penyebab. Capital loss tidak akan terjadi begitu saja tanpa penyebab yang spesifik.

Agar bisa mengambil langkah ke depan dan mengantisipasi terjadinya capital loss lagi, maka Anda harus tahu apa penyebabnya. Hal ini perlu dilakukan analisis agar nantinya Anda juga bisa mendapatkan solusi yang sesuai.

Ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab capital loss. Misalnya saja karena kondisi fluktuasi pasar dan penurunan fundamental perusahaan. 

Lalu adanya sentimen negatif dan faktor emosional investor juga bisa menjadi pemicu capital loss. Bahkan salah strategi diversifikasi juga bisa jadi salah satu penyebab.

Pahami dulu apa penyebabnya agar nanti lebih mudah untuk menelusuri mana yang harus diperbaiki dengan strategi terbaik.

Tentukan untuk Cut Loss atau Hold

Sebagai investor, Anda harus tahu kapan waktu terbaik untuk cut loss dan hold. Dalam hal ini, keputusan untuk cut loss dan hold tidak bisa diambil begitu saja tanpa pemikiran matang.

Bahkan sangat disarankan untuk tidak mengambil keputusan apapun jika Anda masih dipengaruhi oleh emosi dan sentimen negatif dari pihak luar. Lakukan berdasarkan analisis yang matang dan keputusan Anda juga harus cukup rasional.

Anda bisa cut loss jika kerugian sudah mencapai batas yang sebelumnya Anda tentukan sendiri. Kemudian cut loss juga bisa dilakukan jika memang fundamentalnya sangat buruk.

Saat melakukan analisis teknikal dan menemukan adanya downtrend, maka ini bisa jadi alasan tepat untuk melakukan cut loss.

Namun Anda bisa mengambil keputusan untuk hold apabila fundamentalnya masih cukup kuat. Hold juga bisa jadi pilihan jika investasi dilakukan untuk tujuan jangka panjang.

Lakukan Manajemen Ulang Portofolio

Berikutnya cobalah untuk melakukan manajemen ulang portofolio. Pemilihan instrumen yang salah, diversifikasi yang kurang tepat, juga manajemen portofolio yang tidak efektif bisa menjadi pemicu terjadinya capital loss.

Lebih baik analisis portofolio Anda dan lakukan pengaturan ulang. Diversifikasi bisa dilakukan dengan lebih bijak, misalnya dengan mempertimbangkan instrumen lain yang lebih stabil seperti Obligasi ORI

Gunakan juga saham-saham defensif untuk mencegah terjadinya kerugian dalam nilai besar. Namun hal ini bisa Anda lakukan jika manajemen capital loss sudah tepat dan ada dana back up. 

Jangan Panik dan Hindari Keputusan Emosional

Capital loss mungkin akan membuat Anda panik. Terlebih sebagai investor, Anda pasti berharap hal semacam ini tidak pernah terjadi. 

Namun jika memang harus mengalami capital loss, cobalah untuk tetap tenang. Sebisa mungkin usahakan agar Anda tidak panik dan jangan mudah mengambil keputusan secara emosional.

Keputusan emosional biasanya diambil secara gegabah. Tidak ada pertimbangan matang dan rasional dalam keputusan tersebut.

Pentingnya Dana Darurat sebagai Back Up

Sebagai investor, dana darurat memiliki peran yang sangat penting. Apalagi saat mengalami capital loss seperti ini.

Capital loss memang tidak bisa dihindari. Anda juga mungkin tetap harus menanggung kerugian dari segi biaya dalam kondisi ini.

Itulah mengapa dana darurat sebagai back up tetap harus dipersiapkan. Hal ini akan mempermudah Anda untuk kembali bangkit meskipun sebelumnya mengalami capital loss.

Jadi saat melakukan investasi, manajemen keuangan juga harus fokus pada alokasi dana darurat. Nantinya dana darurat ini dapat digunakan sebagai back up, tetapi harus dengan strategi yang tepat.

Melalui back up dana ini Anda bisa mengambil langkah lain, misalnya dengan diversifikasi. Obligasi ORI dapat menjadi pilihan selagi Anda mengatur capital loss yang baru saja dialami. 

Mengelola Risiko Capital Loss dengan Strategi Investasi yang Lebih Terukur

Kemampuan dalam memahami dan mengelola capital loss menjadi salah satu hal penting bagi investor. Dalam perjalanan investasi, pergerakan nilai aset dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi pasar, perubahan suku bunga, hingga sentimen ekonomi.

Karena itu, investor perlu memiliki strategi yang matang agar setiap keputusan tetap selaras dengan tujuan finansial jangka panjang.

Salah satu instrumen yang dapat digunakan dalam strategi tersebut adalah Obligasi ORI bersama perbankan prioritas DBS Treasures. Dengan karakteristik kupon yang kompetitif dan risiko yang relatif lebih terukur, instrumen ini dapat menjadi bagian dari portofolio bagi investor yang ingin menjaga keseimbangan antara potensi imbal hasil dan stabilitas investasi.

Cukup dengan satu Aplikasi DBS digibank, Anda dapat melakukan registrasi SID atau Single Investor Identification, serta mengakses transaksi investasi dengan lebih mudah dan aman.

Selain kemudahan transaksi, terdapat analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial DBS untuk membantu Anda melihat peluang yang lebih sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio, termasuk melalui dukungan teknologi Artificial Intelligence dan Machine Learning atau AI-ML.

Dalam menghadapi potensi capital loss, pendekatan yang terukur menjadi semakin penting. Dengan memahami karakteristik instrumen, menyesuaikan strategi dengan profil risiko, serta memanfaatkan dukungan layanan investasi yang tepat, investor dapat mengelola portofolio secara lebih bijak dan tetap fokus pada tujuan finansial jangka panjang.

Editor: Rizqa Leony Putri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut