Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Rusak Dibom Rusia, Pabrik Baja Terbesar di Mariupol Berhenti Beroperasi untuk Pertama Kali Sejak Serangan Nazi

Senin, 21 Maret 2022 - 10:54:00 WIB
Rusak Dibom Rusia, Pabrik Baja Terbesar di Mariupol Berhenti Beroperasi untuk Pertama Kali Sejak Serangan Nazi
Pabrik Azovstal, perusahaan baja terbesar eropa di Kota Mariupol, Ukraina, hancur dibom Rusia. (Foto: tangkapan layar Twitter)
Advertisement . Scroll to see content

KIEV, iNews.id - Perusahaan baja terbesar Eropa di Mariupol, Azovstal, berhenti beroperasi untuk pertama kalinya sejak serangan Nazi pada 1941.  Hal itu, disebabkan pabrik Azovstal rusak parah setelah dibom Rusia, pada Minggu (20/3/2022). 

Pusat Komunikasi Strategis dan Keamanan Informasi Ukraina, mengumumkan raksasa baja dan besi yang berbasis di Koya Mariupol, harus ditutup sepenuhnya setelah serangan kejam tentara Rusia. 

Hal itu, mengacu pada pernyataan CEO Azovstal, Enver Tskitishvili, yang disampaikan melalui rekaman video. Dalam video tersebut, Enver Tskitishvili mengatakan Azovstal selalu beroperasi penuh, dan baru mengurangi produksi saat serangan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. 

Menurut Enver Tskitishvili, perusahaan baja raksasa itu, pernah ditutup sepenuhnya satu kali, pada tahun 1941, ketika Nazi menyerang Ukraina.

Dia menjelaskan, sejak invasi Rusia ke Ukraina, produksi di pabrik Azovstal di Kota Mariupol telah dikurangi ke tingkat yang benar-benar aman. 

"Baterai kokas tidak lagi mengancam nyawa warga. Kami juga menghentikan blast furnace dengan benar," ujar Enver Tskitishvili, seperti dikutip Reuters, Minggu (20/3/2022).

Meski pabrik rusak berat, Enver Tskitishvili berjanji akan membangun kembali pabrik tersebut dan membawanya ke kejayaan seperti sebelumnya. 

"Kami akan kembali ke Kota Mariupol, membangun kembali perusahaan dan menghidupkannya kembali. Ini akan bekerja dan membawa kejayaan ke Ukraina dengan cara yang sama seperti biasanya. Karena Mariupol adalah Ukraina. Azovstal adalah Ukraina," kata Tskitishvili.

Seperti diberitakan, Rusia melancarkan serangan ke Kota Mariupol yang kini menjadi pusat pertempuran melawan tentara Ukraina. Akhir pekan lalu, serangan Rusia menghancurkan sejumlah fasilitas publik, pabrik, bahkan sekolah. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut