Mantan Preman Ini Sukses Bangun Tambak Udang, Omzetnya Capai Rp50 Miliar per Tahun
"Karena setiap pulang sekolah zaman SD, selalu sempat mampir ke tambak. Dulu juga pernah punya tambak kecil-kecilan," kata dia.
Iksan juga mengaku pernah keluar dari kampung karena kerap baku hantam. Tak tahan dengan situasi itu, dia memutuskan pergi dari kampung dan melanjutkan hidupnya di Pasar Senen sebagai pengamen dan preman.
"Ya saya kabur dari kampung juga itu karena berantem mulu ribut terus. Termasuk mungkin saya, salah satu laki-laki gatau yang lain ada cerita apa enggak, yang duel siang hari dengan senjata tajam di jalan raya. Alhamdulillah, mereka berdua yang lari," ucapnya.
Karena ulahnya tersebut, Iksan kerap berurusan dengan polisi. Tak ayal, orang tuanya selalu dikunjungi polisi, dan akhirnya dia memutuskan keluar dari kampungnya.
"Jadi saya keluar dari kampung itu bawa gitar satu. Boleh pinjam sama teman, sama bawa uang seribu perak itu di tahun 1998-1999," tuturnya.