KUR BRI Dorong Sate Ayam Barokah Mayestik Naik Kelas, dari Trotoar Kini Sewa Ruko
“Kalau misalnya disewa ke orang saya gak punya nama lagi di Mayestik. Mau pindah ke mana jualan. Soalnya kalau sudah punya nama, sudah punya langganan, nyari lagi susah. Jangankan pindah jauh, pindah dekat pun sudah berubah,” katanya.
Kesempatan besar datang saat Haidir ditawari menyewa ruko persis di belakang trotoar lokasi tempatnya biasa berjualan. Namun, harga sewanya sangat tinggi, mencapai Rp200 juta per tahun. Bagi Haidir, keputusan itu penuh risiko.
“Saya kemarin antara maju harus berani bayar utang, mundur gak ada perkembangan,” ujarnya.
Dia mengaku sempat mendapat tawaran modal dari pihak lain. Akan tetapi, dia memilih mencari jalan lain karena tawaran modal itu mewajibkannya berbagi keuntungan sama rata.
“Ada yang nawarin kemarin modal, tapi minta bagi hasil 50-50. Makanya saya daripada bagi hasil sama orang, mending saya ambil BRI sajalah,” katanya.