KUR BRI Dorong Sate Ayam Barokah Mayestik Naik Kelas, dari Trotoar Kini Sewa Ruko
“Kalau lihatin proses dari awalnya, susah cari langganan, bisa 5 tahun, gak kayak sekarang,” katanya.
Saat pertama kali membuka usaha pada 2013, Haidir hanya berjualan di pinggir jalan menggunakan lapak sederhana di trotoar depan Pasar Mayestik. Bahkan, dia mengaku kerap terkena penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Di trotoar situ sampai saya sering dikejar-kejar Satpol PP,” katanya.
Namun Haidir memilih bertahan. Dia sadar lokasi Mayestik memiliki potensi besar karena dikelilingi kawasan perkantoran dan ramai saat jam makan siang. Sedikit demi sedikit pelanggan mulai datang. Nama Sate Ayam Barokah Mayestik pun mulai dikenal.
Menurut Haidir, mempertahankan lokasi menjadi penting karena pelanggan biasanya sulit berpindah mengikuti tempat baru.