Kisah Hafiza, Pendiri Nalacity Foundation yang Berdayakan Penderita Kusta Jadi Pengusaha Fashion Muslim
“Jilbab dan bross dari Kampung Sitanala ini juga sudah sampai Qatar,” tutur Fiza.
Jilbab manik-manik tersebut dibanderol dengan harga Rp50.000 hingga Rp80.000, sedangkan bross dijual dengan harga Rp20.000 hingga Rp25.000. Omzet yang bisa didapat per bulannya sekitar Rp1 juta sampai Rp3 juta dengan keuntungan 20 persen hingga 50 persen.
Dari keuntungan tersebut, 10 persen sampai 30 persen nya dipakai untuk modal produksi berikutnya dan membiayai program pemberdayaan masyarakat melalui Nalacity Foundation.
Adapun, ibu-ibu di Kampung Sitanala mendapatkan Rp 7.000 hingga Rp 20.000 untuk satu produk yang mereka buat.
Berkat kegigihannya, Fiza mendapatkan berbagai macam penghargaan, salah satunya dari Majalah The Marketeers di akhir tahun 2014 lalu sebagai Young Woman Netizen 2015.
Selain itu, ia juga pernah menyabet penghargaan Inspiring Girls Theme Indonesia National Youth Magazine pada tahun 2011 silam.
Demikian kisah Hafiza, pendiri Nalacity Foundation yang memberdayakan penderita kusta menjadi pengusaha jilbab, yang kini memiliki omzet jutaan rupiah.
Editor: Jeanny Aipassa