Kisah Hafiza, Pendiri Nalacity Foundation yang Berdayakan Penderita Kusta Jadi Pengusaha Fashion Muslim
Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, Nalacity Foundation menggandeng seorang fashion designer untuk mengasah kemampuan menjahit ibu-ibu OYPMK.
“Jahitan mereka sudah semakin bagus sekarang, model yang dihasilkan juga disesuaikan dengan tren,” ujar Fiza.
Setiap bulan, Fiza belanja bahan sebanyak 60-80 bahan dari seorang supplier di Jakarta dan langsung diantar ke Kampung Sitanala untuk dijahit. Setiap pekan, produk yang sudah jadi diambil oleh Nalacity Foundation.
“Kemudian kami cek dan kami masukkan ke dalam packaging lalu kami pasarkan di media online,” jelas Fiza.
Dalam sebulan, produksinya mencapai 50-70 buah. Bukan hanya jilbab, tapi mereka juga memproduksi bross.
Pembelinya kebanyakan berasal dari Jakarta, selebihnya Jawa dan Sumatra. Namun pembeli tak hanya berasal dari dalam negeri.