Ekspor Perikanan RI Tumbuh 10,66 Persen, Terbanyak ke Amerika Serikat
Dia mengakui, dinamika kondisi global seperti perang Rusia-Ukraina sangat berdampak pada ekspor perikanan Indonesia. Meski demikian, dia menyebut pihaknya tetap menjaga pangsa pasar ke negara-negara tujuan ekspor utama.
Selain itu, pihaknya juga mulai menjajaki tujuan pasar prospektif di Timur Tengah seperti pemenuhan katering haji dan umrah di Arab Saudi.
"Kita cari peluang alternatif selain pasar-pasar yang sudah mapan, ini tentu sebagai respons dinamika global yang terjadi sejak awal tahun 2022 yang tentu berpengaruh terhadap kelancaran arus barang," ucapnya.
Selain itu, Ishartini meminta jajarannya menyosialisasikan kepada pelaku usaha tentang persetujuan kesepakatan dagang antara Indonesia dengan beberapa negara Eropa seperti Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss yang tergabung dalam EFTA (European-Free Trade Association) melalui IE-CEPA (Indonesia European-Comprehensive Economic Partnership Agreement). Kemudian Mozambique-Preferential Trade Agreement (IM-PTA) yang menyepakati penurunan tarif untuk Tuna Segar, Kepiting, dan Udang Beku serta Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) merupakan perundingan perdagangan bebas antara negara ASEAN (10 negara) dengan lima negara mitra, yaitu Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, dan Selandia Baru.
Lebih lanjut, Ishartini menuturkan, capaian nilai ekspor perikanan diperkirakan tumbuh 8,84 persen dengan nilai 6,22 miliar dolar AS hingga Desember 2022 dibanding akhir tahun 2021.