Ditopang KUR BRI, Depot Mirah Bulungan Tetap Eksis Hampir 2 Dekade
Bariyah mengaku sudah tiga kali mengajukan pinjaman KUR di BRI dengan nominal berbeda-beda. Pinjaman pertama sebesar Rp50 juta dengan tenor satu tahun. Setelah lunas, plafonnya meningkat menjadi Rp300 juta.
“Pertama Rp50 juta, terus naik Rp300 juta. Itu buat dua tahun, tapi sudah selesai. Kemarin mengambil lagi Rp300 juta, dua tahun,” ujarnya.
Menurut Bariyah, proses pengajuan di BRI tergolong mudah karena pihak bank aktif datang langsung ke lokasi usahanya. Dia juga mengaku selalu disiplin membayar cicilan sehingga pengajuan berikutnya lebih mudah diproses.
“Soalnya Ibu kalau punya (cicilan) gak pernah telat-telat. Lancar-lancar,” ujarnya.
Dia mengatakan KUR BRI bukan sekadar tambahan modal. Program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah itu membantu menjaga keberlangsungan usaha yang selama ini menopang ekonomi keluarganya.
“Kemarin (hasil usaha) buat tambah beli rumah,” katanya.
Bariyah merasakan dampak langsung setelah usahanya berkembang dengan dukungan tambahan modal. Jumlah pekerja di Depot Mirah meningkat dibanding saat awal usaha dibuka.