Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BRI Catatkan Profitabilitas Solid, ROE dan ROA Meningkat pada Triwulan I-2026  
Advertisement . Scroll to see content

Ditopang KUR BRI, Depot Mirah Bulungan Tetap Eksis Hampir 2 Dekade

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:42:00 WIB
Ditopang KUR BRI, Depot Mirah Bulungan Tetap Eksis Hampir 2 Dekade
Pemilik Depot Mirah Bulungan, Choirul Bariyah (52), melayani pesanan pelanggan. (Foto: Rizky Agustian)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Deretan lauk tersusun rapi di etalase Depot Mirah Bulungan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menjelang jam makan siang, pelanggan mulai berdatangan silih berganti.

Choirul Bariyah terlihat sibuk melayani para pelanggan. Dengan telaten, dia memenuhi pesanan pelanggan satu per satu dibantu dua pegawainya.

Perempuan berusia 52 tahun asal Malang, Jawa Timur itu mengaku memulai usaha warung nasi dari nol. Saat itu, dia membuka lapak sederhana di kawasan Jalan Bacang I, belakang Pasar Mayestik.

“Saya langsung buka warung nasi, awalnya dulu di Jalan Bacang I, belakang Pasar Mayestik,” kata Bariyah saat diteumi iNews.id pada Senin (13/4/2026) lalu.

Usaha tersebut dirintis saat anak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar. Kini, sang anak sudah berusia 26 tahun.

“Mulai jualan anak kedua masuk SD, anak SD itu umur 7 tahun, sekarang umur 26. 19-20 tahun,” ujarnya.

Tetap Bertahan saat Dipindahkan

Sebelum menjadi Depot Mirah seperti sekarang, Bariyah sempat berjualan mi ayam, jus, dan gorengan di trotoar Jalan Mahakam, Kebayoran Baru. Namun karena program penataan kawasan saat masa Gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, para pedagang, termasuk Bariyah, terpaksa memindahkan dagangannya ke lokasi yang disediakan pemerintah daerah.

“Tadinya di sini pertama itu mi ayam, jus, sama gorengan. Terus kan ini digeser gak boleh di luar sama Ahok ya dulu, akhirnya masuk ke dalam,” katanya.

Depot Mirah Bulungan di Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Foto: Rizky Agustian)
Depot Mirah Bulungan di Jalan Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Foto: Rizky Agustian)

Meski harus berpindah tempat dan membayar sewa tahunan, Bariyah memilih bertahan. Pasalnya, usaha tersebut menjadi sumber utama penghidupan keluarga dan para karyawannya.

Seiring waktu, pelanggan Depot Mirah terus bertambah. Menu yang dijual pun makin beragam, mulai dari paket nasi, ayam goreng, sambal, dan lalapan; ayam geprek; aneka sate goreng; hingga tahu dan tempe.

Dalam sehari, Depot Mirah mampu melayani ratusan pelanggan. “Sekitar 700 sampai 1.000 porsilah sehari,” ujar Bariyah.

Jaga Kelangsungan Usaha lewat KUR BRI

Di tengah perkembangan usaha, Bariyah mengaku sempat membutuhkan tambahan modal untuk menopang kebutuhan usaha dan keluarga. Dari situlah dia mulai mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. “Iya, pinjam KUR,” katanya.

Bariyah mengaku sudah tiga kali mengajukan pinjaman KUR di BRI dengan nominal berbeda-beda. Pinjaman pertama sebesar Rp50 juta dengan tenor satu tahun. Setelah lunas, plafonnya meningkat menjadi Rp300 juta.

“Pertama Rp50 juta, terus naik Rp300 juta. Itu buat dua tahun, tapi sudah selesai. Kemarin mengambil lagi Rp300 juta, dua tahun,” ujarnya.

Menu yang dijajakan di Depot Mirah Bulungan, Jakarta Selatan. (Foto: Rizky Agustian)
Menu yang dijajakan di Depot Mirah Bulungan, Jakarta Selatan. (Foto: Rizky Agustian)

Menurut Bariyah, proses pengajuan di BRI tergolong mudah karena pihak bank aktif datang langsung ke lokasi usahanya. Dia juga mengaku selalu disiplin membayar cicilan sehingga pengajuan berikutnya lebih mudah diproses.

“Soalnya Ibu kalau punya (cicilan) gak pernah telat-telat. Lancar-lancar,” ujarnya.

Dia mengatakan KUR BRI bukan sekadar tambahan modal. Program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah itu membantu menjaga keberlangsungan usaha yang selama ini menopang ekonomi keluarganya.

“Kemarin (hasil usaha) buat tambah beli rumah,” katanya.

Karyawan Bertambah, Usaha Makin Berkembang

Bariyah merasakan dampak langsung setelah usahanya berkembang dengan dukungan tambahan modal. Jumlah pekerja di Depot Mirah meningkat dibanding saat awal usaha dibuka.

“Karyawan nambah. Awal buka cuma 4 orang apa 5, sekarang 10 orang,” kata dia.

Peningkatan jumlah pelanggan juga membuat kebutuhan bahan baku semakin besar setiap harinya. Untuk menu ayam saja, Depot Mirah bisa menghabiskan puluhan ekor per hari.

“Kalau yg ayam itu 35 ekor. Per ekor jadi 10 potong,” kata Bariyah.

Meski usahanya berkembang cukup besar, Bariyah memilih tetap fokus pada pelayanan makan di tempat dan tidak menerima pesanan online.

“Saya kalau Gojek gak nerima, cuma makan di tempat saja,” katanya.

Digandrungi Anak Muda

Para pelanggan Depot Mirah Bulungan umumnya merupakan pegawai retail. Sebab, lokasinya berada persis di seberang Blok M Plaza.

Selain pegawai retail, siswa-siswi SMA Negeri 6 Jakarta juga menjadi salah satu pelanggan di Depot Mirah Bulungan. Salah satunya Ajeng, siswi SMAN 6 Jakarta yang mengaku cukup sering makan siang di depot tersebut sepulang sekolah bersama teman-temannya.

Menurut Ajeng, Depot Mirah menjadi salah satu tempat makan langganannya karena pilihan lauk beragam dan harganya masih terjangkau untuk pelajar. Selain itu, lokasinya yang berada persis di samping SMAN 6 Jakarta membuat tempat tersebut selalu ramai saat jam pulang sekolah.

“Kalau pulang sekolah sering makan di sini sama teman-teman. Lauknya banyak pilihannya, terus rasanya juga enak,” kata Ajeng.

Ajeng mengaku paling sering memesan ayam pecel dan telur balado. Dia juga menilai suasana depot terasa nyaman meski pengunjungnya cukup ramai hampir setiap hari.

“Di sini tuh kayak masakan rumahan gitu, jadi cocok buat anak sekolah juga. Ibu yang jualnya juga ramah,” ujarnya.

KUR BRI Jaga Asa UMKM

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan BRI menjadi penyalur terbesar KUR di Indonesia secara konsisten. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, BRI menyalurkan KUR senilai Rp47,09 triliun kepada sekitar 947.000 nasabah.

Menurut Hery, total penyaluran itu merupakan pendorong produktivitas hingga peningkatan kapasitas UMKM.

“Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah,” ujar Hery dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta pada Kamis (30/4/2026).

Dia menjelaskan sektor pertanian menjadi kontributor utama. Jumlah pembiayaan mencapai Rp19,86 triliun atau setara 42,16 persen dari total KUR yang telah disalurkan.

Secara total, kata dia, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI menunjukkan pertumbuhan yang solid. Kredit dan pembiayaan meningkat menjadi Rp1.562 triliun atau sebesar 13,7 persen year-on-year (YoY).

“Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun,” ujar Hery.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut