Cara Javara Menggali Kekayaan Pangan Nusantara lewat Tangan Petani
“Apalagi mengingat warisan budaya pangan Indonesia, ternyata sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar dunia terhadap makanan organik, sehat, dan menyehatkan,” ungkap CEO PT Kampung Kearifan Indonesia (Javara), Erwin Z Achir, kepada iNews.id, pekan lalu.

Pada awalnya, Javara menjalin kemitraan dengan 10 petani dan mulai meluncurkan 8 produk pangan. Dalam empat tahun pertama saja, UMKM ini mampu berkembang dengan ribuan mitra petani dan ratusan produk. Perusahaan ini juga mulai merambah pasar ekspor sejak 2011.
Javara kini memiliki lebih dari 600 produk. Sekitar 200 di antaranya telah bersertifikasi organik standar Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.
Erwin mengungkapkan, ada total 85 karyawan yang bekerja di Javara. UMKM yang beralamat di kawasan Kemang Utara, Jakarta Selatan, ini pun sudah melakukan ekspor ke lebih dari 25 negara di lima benua. Mayoritas produk yang diekspor adalah coconut sugar (gula semut) dan noodles (mi).
“Seluruh bahan baku diperoleh dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai contoh, gula semut dan mi diperoleh dari Pulau Jawa,” tuturnya.