Belajar dari Masa Sulit, Craftote Bangkit lewat Pendampingan Rumah BUMN BRI
“Kalau gak sama BRI kita gak dikenal sampai puluhan kilometer,” ujarnya.
Tak hanya itu, melalui berbagai program pelatihan dan kelas ekspor yang diikutinya bersama BRI, kerajinan tangan Craftote akhirnya berhasil menembus pasar internasional.
“Nah dari BRI juga akhirnya kita ekspor. Ekspornya ke mana? Ke Kanada,” kata Thio.
Kini produk Craftote telah dikirim ke Kanada, Australia, Jepang, hingga Inggris dalam skema less container load (LCL). Untuk pasar Kanada saja, Thio mengaku sudah tujuh kali melakukan pengiriman dengan buyer yang sama.
Setelah melewati masa sulit, Craftote kini lebih fokus mengembangkan produk berbahan serat alam yang ramah lingkungan. Salah satu material utamanya adalah eceng gondok, tanaman yang selama ini kerap dianggap gulma.