Belajar dari Masa Sulit, Craftote Bangkit lewat Pendampingan Rumah BUMN BRI
“2021 kita buka ini, 2021 juga kita punya dua coffee shop, di sini sama di sana Rumah BUMN BRI. 2022 saya buka lagi. (Total) saya punya empat, (dua lainnya) di Pos Bloc sama di RS Pelni,” ujarnya.
Di tengah ekspansi tersebut, Thio dan istrinya mulai mengevaluasi kondisi usaha. Mereka baru menyadari bisnis berkembang terlalu cepat tanpa sistem yang matang.
“Duduk bareng-bareng coba periksa, di situlah kita sadar, boncos. Habis berapa ratus juta gitu gak kecatat,” kata Thio.

Dari situ, Thio akhirnya memahami kekuatan utama Craftote bukan berada di bisnis makanan dan minuman, melainkan pada produk kerajinan tangan berbahan serat alam seperti eceng gondok, pelepah pisang, bambu, hingga purun.
“Karena kekuatan kita bukan di F&B (food and beverage), kekuatan kita di kerajinan tangan, craftingnya,” ujarnya.