Bandara Rokot di Mentawai Ditargetkan Kelar Akhir Maret 2023, Siap Didarati ATR
Dia menjelaskan, pembangunan bandara baru ini akan menggantikan bandara eksisting, yaitu Bandara Rokot Sipora. Bandara tersebut saat ini hanya memiliki panjang landas pacu atau runway 850 meter, yang hanya dapat didarati pesawat jenis propeler Grand Caravan.
"Saat ini penerbangan yang beroperasi melayani rute angkutan udara perintis dengan rute penerbangan Bandara Minangkabau-Rokot PP, menggunakan jenis pesawat Grand Caravan yang dioperasikan oleh maskapai Susi Air dengan frekuensi 2 kali dalam seminggu," ucap dia.
Menurut Kristi, pembangunan bandara ini sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di sekitar Kepulauan Mentawai. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata di kepulauan yang terkenal dengan ombak yang diburu para penggemar surfing di dunia.
"Selain itu, bandara ini juga merupakan bandara mitigasi bencana. Karena kita ketahui, sering terjadi bencana alam seperti gempa di Kepulauan Mentawai. Jadi diharapkan pengembangan bandara ini dapat didarati pesawat yang lebih besar guna mitigasi bencana," tuturnya.
Lebih lanjut Kristi berharap agar sinergi antara Pemerintah Daerah, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan stakeholders penerbangan terus terjalin, agar konektivitas dan kebutuhan masyarakat di wilayah 3TP dapat terpenuhi serta proses mitigasi bencana dapat berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan yang sama PJ.Bupati Kepulauan Mentawai Martinus Dahlan menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan Direktur Jenderal Perhubungan Udara yang secara langsung memantau proses pengembangan bandara. Ia juga berharap pengembangan Bandara Rokot bisa selesai sesuai target waktu yang ditentukan.
"Masuknya pesawat ATR dengan kapasitas tempat duduk yang lebih banyak, tentu saja akan berdampak langsung terhadap sektor perekonomian, mendukung UMKM serta peningkatkan kunjungan pariwisata baik dari dalam negeri maupun wisatawan mancanegara di Kepulauan Mentawai," ungkap PJ.Bupati Kepulauan Mentawai.
Editor: Jujuk Ernawati