Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenhub Siapkan Mudik Gratis Bus dan Kereta Api untuk Lebaran 2026
Advertisement . Scroll to see content

Bandara Rokot di Mentawai Ditargetkan Kelar Akhir Maret 2023, Siap Didarati ATR

Jumat, 03 Maret 2023 - 07:51:00 WIB
Bandara Rokot di Mentawai Ditargetkan Kelar Akhir Maret 2023, Siap Didarati ATR
Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah Murni kunjungan kerja ke Bandara Rokot di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Foto: Kemenhub
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pembangunan konstruksi Bandara Rokot di  Mentawai selesai akhir bulan ini. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Maria Kristi Endah Murni usai kunjungan kerja ke Bandara Rokot di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Mudah-mudahan dapat selesai akhir Maret 2023 ini, pembangunan harus rampung sesuai target yang ditentukan,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Jumat (3/3/2023). 

Dia berharap, setelah dilakukan verifikasi, flight calibration, publikasi AIC dan persyaratan teknis lainnya, Bandara Rokot yang baru sudah bisa melayani penerbangan dengan pesawat ATR 72.

"Bandara Rokot yang baru ini memiliki runway 1500x30 meter, sehingga nantinya akan mampu didarati pesawat ATR 72 dengan kapasitas penumpang sekitar 70 orang,” ucapnya.

Kristi menjelaskan, bagian sisi darat telah dibangun terminal seluas 1.610 meter persegi dan beberapa fasilitas pendukung seperti gedung kantor, gedung PKP-PK, terminal kargo, gedung operasional seperti power house dan rumah pompa, halaman parkir dan jalan lingkungan.

Dia menjelaskan, pembangunan bandara baru ini akan menggantikan bandara eksisting, yaitu Bandara Rokot Sipora. Bandara tersebut saat ini hanya memiliki panjang landas pacu atau runway 850 meter, yang hanya dapat didarati pesawat jenis propeler Grand Caravan. 

"Saat ini penerbangan yang beroperasi melayani rute angkutan udara perintis dengan rute penerbangan Bandara Minangkabau-Rokot PP, menggunakan jenis pesawat Grand Caravan yang dioperasikan oleh maskapai Susi Air dengan frekuensi 2 kali dalam seminggu," ucap dia. 

Menurut Kristi, pembangunan bandara ini sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di sekitar Kepulauan Mentawai. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata di kepulauan yang terkenal dengan ombak yang diburu para penggemar surfing di dunia.

"Selain itu, bandara ini juga merupakan bandara mitigasi bencana. Karena kita ketahui, sering terjadi bencana alam seperti gempa di Kepulauan Mentawai. Jadi diharapkan pengembangan bandara ini dapat didarati pesawat yang lebih besar guna mitigasi bencana," tuturnya.

Lebih lanjut Kristi berharap agar sinergi antara Pemerintah Daerah, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan stakeholders penerbangan terus terjalin, agar konektivitas dan kebutuhan masyarakat di wilayah 3TP dapat terpenuhi serta proses mitigasi bencana dapat berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama PJ.Bupati Kepulauan Mentawai Martinus Dahlan menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan Direktur Jenderal Perhubungan Udara yang secara langsung memantau proses pengembangan bandara. Ia juga berharap pengembangan Bandara Rokot bisa selesai sesuai target waktu yang ditentukan. 

"Masuknya pesawat ATR dengan kapasitas tempat duduk yang lebih banyak, tentu saja akan berdampak langsung terhadap sektor perekonomian, mendukung UMKM serta peningkatkan kunjungan pariwisata baik dari dalam negeri maupun wisatawan mancanegara di Kepulauan Mentawai," ungkap PJ.Bupati Kepulauan Mentawai. 

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut