Angola Keluar dari OPEC setelah Protes Kebijakan Pemangkasan Produksi
Sementara itu, tiga delegasi OPEC yang tidak mau disebutkan namanya menyebutm keputusan Angola untuk keluar dari negara tersebut merupakan sebuah kejutan. Pasalnya, mereka memperkirakan perselisihan mengenai kuota Angola akan berakhir.
Angola, yang bergabung dengan OPEC pada tahun 2007, memproduksi sekitar 1,1 juta barel minyak per hari, dibandingkan dengan 28 juta barel per hari untuk seluruh kelompok tersebut.
Kepergian Angola akan meninggalkan OPEC dengan 12 anggota dan produksi minyak mentah sekitar 27 juta barel per hari atau sekitar 27 persen dari 102 juta barel per hari pasar minyak dunia. Hal ini semakin mengurangi pangsa pasar OPEC di dunia yang mencapai 34 persen pada tahun 2010.
Selain keluarnya beberapa anggota, keputusan OPEC dan OPEC+ untuk memangkas produksi dan meningkatnya output negara-negara non-OPEC termasuk Amerika Serikat (AS) telah mengurangi pangsa pasarnya. Brasil diperkirakan akan bergabung dengan OPEC+ pada bulan Januari tetapi tidak akan mengambil bagian dalam pembatasan produksi terkoordinasi kelompok tersebut.
Angola tidak mampu memproduksi cukup minyak untuk memenuhi kuota OPEC+ dalam beberapa tahun terakhir, karena menurunnya investasi dan kurangnya pengembangan ladang minyak baru yang besar.