Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS Ungkap Produksi Padi dan Jagung Berpotensi Menurun hingga Juli 2026, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Angola Keluar dari OPEC setelah Protes Kebijakan Pemangkasan Produksi

Minggu, 24 Desember 2023 - 11:24:00 WIB
Angola Keluar dari OPEC setelah Protes Kebijakan Pemangkasan Produksi
Angola akan meninggalkan OPEC menyusul protes terhadap keputusan OPEC+ untuk memangkas kuota produksinya pada tahun 2024. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara itu, tiga delegasi OPEC yang tidak mau disebutkan namanya menyebutm keputusan Angola untuk keluar dari negara tersebut merupakan sebuah kejutan. Pasalnya, mereka memperkirakan perselisihan mengenai kuota Angola akan berakhir.

Angola, yang bergabung dengan OPEC pada tahun 2007, memproduksi sekitar 1,1 juta barel minyak per hari, dibandingkan dengan 28 juta barel per hari untuk seluruh kelompok tersebut. 

Kepergian Angola akan meninggalkan OPEC dengan 12 anggota dan produksi minyak mentah sekitar 27 juta barel per hari atau sekitar 27 persen dari 102 juta barel per hari pasar minyak dunia. Hal ini semakin mengurangi pangsa pasar OPEC di dunia yang mencapai 34 persen pada tahun 2010.

Selain keluarnya beberapa anggota, keputusan OPEC dan OPEC+ untuk memangkas produksi dan meningkatnya output negara-negara non-OPEC termasuk Amerika Serikat (AS) telah mengurangi pangsa pasarnya. Brasil diperkirakan akan bergabung dengan OPEC+ pada bulan Januari tetapi tidak akan mengambil bagian dalam pembatasan produksi terkoordinasi kelompok tersebut.

Angola tidak mampu memproduksi cukup minyak untuk memenuhi kuota OPEC+ dalam beberapa tahun terakhir, karena menurunnya investasi dan kurangnya pengembangan ladang minyak baru yang besar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut