Namun, Maxim Kobelev menjelaskan, untuk ke depannya produksi akan ditingkatkan menjadi sekitar 1.000 produk pada akhir tahun. Di mana untuk harga satuan minumannya 8 dolar AS atau sekitar Rp120.000.
Setelah video promosi dari Coffee Smile menjadi viral di media sosial, banyak orang yang mulai bertanya, apakah semuanya itu bohong, dan mengapa otoritas keamanan pangan Rusia Rospotrebnadzor, tidak terlibat.
Lalu, setelah viral di media sosial, kabar bahan baru di Coffee SMile itu pun lantas sampai ke otoritas lokal, dan mereka berjanji akan menyelidiki dan melibatkan Rospotrebnadzor. Bahkan, seorang deputi setempat memulai polling dan bertanya kepada masyarakat untuk mencoba minuman kopi yang dicampur ASI.
Adapun hasil polling tersebut, yakni sebanyak 46 persen responden menjawab tidak pernah mencobanya, sementara 23 persen responden menyatakan siap untuk mencobanya.
Setelah kontroversi Coffee Smile yang ingin mencampurkan kopi dengan ASI tersebut menjadi berita nasional di Rusia, Maxing Kobelev angkat bicara dan meyakinkan semua orang, dia tidak pernah bermaksud menggunakan ASI sebagai bahan.