Sementara itu, hasil survei juga menunjukkan 67 persen akan mencoba mengakses informasi terpercaya tentang faktor risiko diabetes di internet, di mana 31 persen di antaranya akan mengakses informasi melalui media sosial.
Bukan hanya melalui internet, tidak sedikit responden yang akan menggunakan program TV (21 persen) dan akan berbicara dengan keluarga atau teman (35 persen) untuk mencari informasi tentang diabetes.
Melihat data tersebut, hadirnya berbagai inisiatif dan platform terpercaya sangat dibutuhkan agar dapat terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya diabetes dan cara pencegahannya.
Evie Yulin, Presiden Direktur PT Merck Tbk mengatakan, pandemi Covid-19 telah membawa perubahan besar terhadap gaya hidup yang dapat menjadikan Anda lebih sehat ataupun tidak.
"Kita sudah mulai beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan virus ini dan perlu memahami kebiasaan yang dapat mengurangi ataupun meningkatkan risiko diabetes. Maka, kita dapat membuat pilihan tepat untuk mempertahankan gaya hidup sehat dan mengubah yang buruk menjadi baik," kata Evie Yulin.