Minum Kopi di Kafe Ini Bayarnya dengan Sampah Anorganik

Avirista Midaada
Minum kopi dengan menukar sampah anorganik (Foto: Avirista Midaada)

Di sisi lain Head Koordinator iLitterless Ence Adinda Dianasta Almas mengungkapkan, gerakan menukar sampah anorganik dengan voucher makanan gratis dan potongan harga, berawal dari keresahan dirinya dan teman - teman komunitas lain akan banyaknya sampah anorganik yang belum dimanfaatkan maksimal. Padahal sampah - sampah itu bisa bernilai ekonomis.

"Berawal dari keresahan pribadi dan sudah menerapkan secara personal. Selain itu rumah saya juga dekat dengan bank sampah, kami coba edukasi di Instagram, ternyata responsnya kurang antusias, karena bank sampah nggak ada fasilitas pick-up dan harus mengumpulkan sampah sebanyak 50 kilogram. Akhirnya kami inisiatif buat acara ini untuk merecovery dan memilih sampah kerjasama dengan bank sampah," ujarnya.

Ence menjelaskan, bila langkah edukasi dilakukan mulai ke kedai - kedai kopi dan pengelola makanan dan restoran. Harapannya para anak - anak muda yang biasanya nongkrong dan ngopi bisa ikut tergugah mengelola sampah.

"Kami mengajak masyarakat mulai memilah memilih sampahnya mulai kertas, kardus, plastik, botol, pokok yang anorganik. Nanti bisa ditukarkan di empat kedai yang sudah bekerjasama Vosco Coffe, Fugu Coffe, Semat Space, Equal Coffe. Nanti kami akan tukarkan sampahnya, kita kasih free item dan diskon, mulai dari voucher pemotongan harga, produk - produknya variatif, mendapat pembatas buku. Diharapkan bisa meningkatkan masyarakat memilah memilih sampah," tuturnya.

Sementara itu Owner Vosco Coffe Hendi Suryo Laksono menyambut antusias dan mendukung langkah anak - anak muda dalam pengelolaan sampah anorganik. Apalagi dia pribadi menjadi bagian dari komunitas tersebut selama ini kerap kali dibuat bingung mengelola sampah - sampah anorganik.

"Selama ini langsung dibuang, sehingga ada perasaan bersalah. Volumenya tergantung penjualan, selama PPKM memang turun tapi sebelum PPKM sehari bisa 6 - 7 kresek besar, belum termasuk jelantah. Biasanya langsung dibuang ke petugas kebersihan," katanya.

Dirinya berharap adanya iming-iming dari gerakan memanfaatkan sampah anorganik bisa mendorong kesadaran anak muda, turut mengelola sampah - sampah anorganik.

"Dengan ini saya rasa harus ada yang dibenahi, kalau kopi bagian dari gaya hidup, ingin memasukkan pilah dan sortir sampah bagian dari gaya hidup. Anak muda setiap hari ngopi, seharusnya ngopi di rumah punya gaya hidup agar dapat mengelola sampah anorganik ini," kata dia.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Kuliner
3 hari lalu

Indonesia Jadi Raja Kopi Dunia, Punya Hampir Setengah Juta Kedai Kalahkan Banyak Negara

Kuliner
6 hari lalu

Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Serupa Tapi Tak sama

Kuliner
17 hari lalu

Singapura Bersedih, Rumah Makan Nasi Padang Tertua Tutup setelah 78 Tahun Beroperasi

Kuliner
28 hari lalu

Yummy! Aura Kasih Ternyata Doyan Jajan Pinggir Jalan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal