"Ada info ini ya unik akhirnya saya coba kumpulkan dan packing beberapa sampah skin care, botol - botol bekas parfum, bekas bodi lotion, dan plastik air mineral. Setelah itu saya setorkan ke sini untuk ditukar voucher diskon pembelian kopi," ujar Anisa Ramadhani.
Menurutnya, program penukaran sampah anorganik dengan voucher diskon kopi dan makanan lain di beberapa kedai kopi, bisa menggugah anak muda untuk peduli lingkungan, utamanya pengelolaan sampah.
"Tadi nggak ada batasannya, ada sedikit - sedikit saya kumpulkan. Caranya untuk juga untuk mengedukasi masyarakat sadar sampah plastik," katanya.
Di sisi lain Head Koordinator iLitterless Ence Adinda Dianasta Almas mengungkapkan, gerakan menukar sampah anorganik dengan voucher makanan gratis dan potongan harga, berawal dari keresahan dirinya dan teman - teman komunitas lain akan banyaknya sampah anorganik yang belum dimanfaatkan maksimal. Padahal sampah - sampah itu bisa bernilai ekonomis.
"Berawal dari keresahan pribadi dan sudah menerapkan secara personal. Selain itu rumah saya juga dekat dengan bank sampah, kami coba edukasi di Instagram, ternyata responsnya kurang antusias, karena bank sampah nggak ada fasilitas pick-up dan harus mengumpulkan sampah sebanyak 50 kilogram. Akhirnya kami inisiatif buat acara ini untuk merecovery dan memilih sampah kerjasama dengan bank sampah," ujarnya.