Mengutip laman resmi John Hopkins Childrens, Kamis (19/5/2022), Diane Vizthum, selaku ahli gizi penelitian dari Institute for Clinical and Translational Research di Johns Hopkins University School of Medicine menyebutkan, terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat menyebabkan masalah peningkatan kecemasan, meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, serta refluks asam dan gangguan tidur. Kafein juga berbahaya dikonsumsi anak-anak dan jika dalam dosis yang tinggi bisa menjadi racun.
Lebih lanjut lagi disebutkan, kafein tidak hanya bersifat stimulan, tapi juga obat. Dikutip dari Family Doctor, kafein didefinisikan sebagai obat karena memiliki efek fisiologis pada tubuh, yakni memengaruhi bagaimana fungsi tubuh. Ketika dikonsumsi anak-anak, kafein bisa meningkatkan tekanan darah dan mengganggu tidur.
Pada akhirnya, hal ini bisa membuat anak kurang sadar akan rasa lelah yang dirasakan. Bisa berpengaruh pada mood, bahkan membuat sakit kepala karena ada tarikan kafein. Dengan potensi bahaya tersebut, tak heran otoritas pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) tidak mengeluarkan rekomendasi mengenai minuman kafein untuk anak-anak atau remaja.