Selain Oliva, dua peserta lainnya yang masuk pressure test adalah Wynee dan Bryan. Ketiganya yang masuk tahap penentuan tersebut harus membuat tiga hidangan dengan bahan utamanya telur, yaitu ada Chawanmushi, Omurice dan Tamago.
Wynee lolos dalam hidangan Chawanmushi, sementara Olivia dan Bryan dinilai gagal, sehingga juri pun harus menghadirkan ronde kedua yakni membuat hidangan Omurice yang merupakan makanan Jepang dan Korea.
Baik Oliva dan Bryan kembali mengalami kesulitan karena minimnya pengalaman memasak omurice. Alhasil, masakan keduanya jauh di bawah ekspetasi para juri. Akhirnya, karena kesulitan untuk memutuskan, keduanya kembali diberi tantangan yakni membuat Tamago, yang merupakan telur dadar asal Jepang yang bentuknya kotak menyerupai kue bolu.
Namun, lagi-lagi keduanya masih kesulitan karena belum pernah membuat Tamago. Akhirnya, lewat persetujuan para juri, Chef Renatta memutuskan untuk melepas Oliva dari galeri MasterChef Indonesia.
“Secara seasoning, hidangan Olivia dan Bryan sangat kurang. Orang yang harus pulang meninggalkan galeri MasterChef Indonesia dan mengubur mimpinya saat ini adalah ya kamu Olivia,” kata Chef Renatta.