Menurutnya, mitos mengenai anak laki-laki jadi feminin karena mengonsumsi soya juga sudah diteliti. Dan, hal tersebut tidak terbukti. Orang tua, kata Budi, tidak perlu khawatir mengenai keamanan formula soya karena berdasarkan hasil penelitian, kekuatiran tersebut tidak terbukti.
"Reaksi alergi susu soya pada anak yang alergi susu sapi juga sangat kecil, sekitar 2.5 persen . Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter apabila curiga anak alergi susu sapi,” tuturnya.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, Juwalita Surapsari mengatakan, selain menimbulkan gejala, kondisi si Kecil yang tidak cocok susu sapi juga membuatnya rentan mengalami kekurangan mikronutrien penting, salah satunya adalah defisiensi zat besi.
Padahal, kata dr Juwalita, zat besi merupakan salah satu nutrisi esensial yang dapat mendukung si kecil yang tidak cocok susu sapi dapat tetap tumbuh maksimal, terutama untuk mendukung perkembangan kognitif anak.
"Risiko kekurangan zat besi yang lebih tinggi pada si kecil yang tidak cocok susu sapi dapat disebabkan karena si kecil mengalami pembatasan jenis asupan makanan yang tidak sesuai, sehingga dapat menyebabkan asupan nutrisi zat besi tidak adekuat,” katanya.