5 Fakta Menarik Ketupat Lebaran, Ternyata Sudah Ada Sebelum Agama Islam Masuk Indonesia!

Wiwie Heryani
Fakta tentang ketupat Lebaran (Foto: Instagram)

3. Diadopsi oleh Sunan Kalijaga sebagai lambang Idul Fitri

Ternyata, asal-usul ketupat sudah ada jauh sebelum kedatangan Islam ke Indonesia, lho! Zaman dulu, masyarakat Nusantara sering kali menggantung ketupat di tanduk kerbau untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka atas panen mereka. Kebiasaan ini kemudian mulai berubah secara simbolis pada abad ke-15 sampai 16 ketika Sunan Kalijaga, salah satu dari sembilan Walisongo, sedang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. 

Sebagai cara untuk mengasimilasi budaya Islam dengan budaya lokal supaya lebih bisa diterima, Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai lambang Idul Fitri bersamaan saat beliau memperkenalkan istilah ba’da di Pulau Jawa. Ba’da tersebut terbagi menjadi dua, yaitu ba’da Lebaran dan ba’da Kupat. Ba’da Lebaran merupakan prosesi Salat idul Fitri yang dilanjutkan dengan tradisi saling mengunjungi tetangga dan keluarga untuk menjaga silaturahmi. 

Sedangkan ba’da Kupat merupakan tradisi membuat ketupat dan membagikannya kepada tetangga dan keluarga seminggu setelah Idul Fitri. Hal tersebut terbukti berhasil, karena tak lama setelah itu, Islam mulai diterima oleh masyarakat Jawa.

4. Makna di balik ‘Laku Papat’

Sebagai lambang Idul Fitri, ketupat memiliki beberapa makna dan filosofi. Di luar cocoknya hidangan ini dimakan dengan berbagai hidangan lainnya, ketupat memiliki dua arti. Dua arti tersebut adalah ‘ngaku lepat’ yang berarti mengakui kesalahan, serta ‘laku papat’ yang menggambarkan empat sisi dari hidangan legendaris ini. Bahkan, setiap sisi ketupat juga memiliki nama dan arti sendiri, lho! Salah satu sisi ketupat ada yang bernama Lebaran. Nama yang dijadikan sebutan untuk Idul Fitri di Indonesia ini memiliki itu arti dibukakannya pintu ampunan bagi orang lain. Sisi kedua, yaitu Luberan, memiliki arti rezeki yang melimpah dan memberi sedekah kepada yang membutuhkan. Sisi ketiga, yaitu Leburan, berarti menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan selama setahun. Terakhir, sisi keempat yang dinamakan Laburan, memiliki arti mensucikan diri atau kembali suci bagai bayi yang baru lahir.

5. Hidangan spesial saat Lebaran

Selain karena simbolis, salah satu faktor lain yang membuat ketupat digemari saat Lebaran adalah karena kecocokannya dihidangkan dengan berbagai makanan! Anda bisa mencampurnya ke dalam beraneka ragam hidangan, mulai dari yang basah sampai kering. Ketupat sering kali menemani hidangan lainnya yang kaya rasa, seperti opor ayam, sambal goreng, gulai, semur, kari ayam, soto, atau rendang yang cita rasanya sudah diakui di kancah internasional. Tekstur lembut dari ketupat memang cocok dipadukan dengan sensasi gurih dari hidangan-hidangan tersebut!

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pelindo Catat 3 Pelabuhan Terpadat selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Apa Saja?

57 tahun lalu

Wamenhub Ungkap Sewa Jet Pribadi Meningkat saat Lebaran 2026

57 tahun lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

57 tahun lalu

Menlu 8 Negara Kecam Keras Israel: Halangi Ibadah di Masjid Al Aqsa hingga Gereja Suci Yerusalem

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal