Lumpia Semarang adalah ikon kuliner pertama yang langsung terlintas ketika menyebut nama kota ini. Makanan yang satu ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu sebagai hasil perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa. Lumpia berisi rebung, telur, daging ayam atau udang, lalu dibungkus kulit tipis dan bisa disajikan dengan cara digoreng maupun basah (tidak digoreng).
Keistimewaan Lumpia Semarang terletak pada isiannya. Rebung yang biasanya memiliki aroma tajam diolah sedemikian rupa sehingga harum dan lembut saat dimakan. Ditambah bumbu khas yang gurih dan sedikit manis, lumpia ini terasa sangat khas dan berbeda dengan lumpia dari daerah lain. Biasanya lumpia disajikan dengan saus kental berwarna cokelat, cabai rawit hijau, dan acar segar sebagai pelengkap.
Bagi masyarakat Semarang, lumpia bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol akulturasi budaya yang masih bertahan hingga sekarang. Tak heran, banyak wisatawan yang menjadikan lumpia sebagai buah tangan wajib. Bahkan, beberapa toko lumpia legendaris di Semarang bisa menjual ribuan potong lumpia dalam sehari, terutama saat musim liburan.
Alamat: Gang Lombok No.11, Purwodinatan, Semarang Tengah, Kota Semarang.
Estimasi Harga: Rp15.000 – Rp25.000 per potong (tergantung isian).
Kuliner berikutnya yang wajib dicicipi adalah Tahu Gimbal. Hidangan ini merupakan makanan khas Semarang yang terdiri dari potongan tahu goreng, lontong, kol, tauge, telur, serta “gimbal” yaitu udang goreng tepung. Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan bumbu kacang kental yang gurih manis, mirip dengan bumbu pecel atau gado-gado.