Kelokan yang ada di Danau Tendetung oleh masyarakat setempat diberi julukan 101 kelokan. Tak hanya itu, adapun cerita rakyat sekitar yang menceritakan, danau ini merupakan bentuk reinkarnasi dari ‘kisah cinta terlarang’. Perjalanan kisah cinta antara Sundano dan Kokiap di Desa Kanali, yang hubungannya tidak direstui oleh kedua orang tua mereka. Akhirnya pasangan ini melarikan diri menggunakan perahu. Konon katanya, 101 kelokan tersebut, terbentuk dari perahu Sundano dan Kokiap.
Cara menuju Danau Tendetung
Salah satu alat transportasi tercepat dan termudah yang bisa digunakan untuk bisa sampai ke kawasan Danau Tendetung adalah menggunakan pesawat. Anda bisa transit di Makassar, setelah itu ganti pesawat tujuan Luwuk. Setibanya di Luwuk, lanjutkan perjalanan dengan kapal malam menyeberang ke Kabupaten Bangkep selama sekitar lima jam perjalanan laut.
Tiba di Salakan, Anda bisa langsung ke Danau Tendetung di Desa Peley dengan menyewa mobil rental atau sepeda motor. Waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam dengan jarak sekitar 55 km.
Danau yang bisa berubah-ubah
Danau karst unik dan terluas yang ada di Indonesia ini sangat recommend untuk dikunjungi. Danau ini memiliki luas sekitar 2,5 km. Keunikan pada jumlah debit airnya yang selalu berubah-ubah, yaitu bisa surut dan penuh dengan air.
Saat surut, kawasan danau membentuk hamparan pemandangan yang luas nan indah seperti lembah serta tampak kelokan air (meander) yang biasa disebut masyarakat setempat 101 Kelokan. Dan uniknya lagi, di danau ini terdapat ikan-ikan yang bermunculan loh, masyarakat setempat menyebut ikan-ikan tersebut dengan nama Ikan Telendek.
"Keunikan lainnya ada pada cerita rakyatnya. Konon, danau ini dulu terbentuk karena adanya kisah cinta terlarang dua sejoli bernama "Sundano" dan "Kokiap" yang bereinkarnasi menjadi dua mata air yang mengaliri danau. Sungguh menarik melihat langsung keindahan Danau Tendetung ini. Ayo ke Banggai Kepulauan! dan lihat surga-surga tersembunyi yang ada di sini," tulis Instagram @indoflashlight.