Menurut Anshar, untuk mendukung kecakapan digital di masyarakat, bisa dikembangkan lewat kegiatan ekstrakurikuler di berbagai sekolah di Indonesia. Landasan aturan untuk mendukung kegiatan tersebut sudah ada, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dibutuhkan kolaborasi banyak pihak untuk mendukung program ini.
Sementara itu, menurut CEO PT Mahakarya Berkah Sejahtera Muhajir Sulthonul Aziz, individu yang cakap digital dinilai mampu mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras maupun perangkat lunak dalam lanskap digital.
Beberapa hal tersebut adalah cara menggunakan mesin pencarian, menggunakan berbagai aplikasi percakapan dan media sosial, serta memahami berbagai ragam transaksi digital. Transaksi digital ini meliputi dompet digital, uang elektronik, dan lokapasar.
"Kita dapat mencapai kecakapan digital jika kita tahu dan paham ragam dan perangkat lunak yang menyusun lanskap digital. Setiap kita diharapkan bisa mengoptimalkan penggunaan perangkat digital utamanya perangkat lunak sebagai fitur proteksi dari serangan siber,” katanya.
Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.