"Dulu, siapa yang tahu apa itu content creator? Kini, pekerjaan ini sangat menjanjikan. Begitu juga spesialis media sosial yang menjadi media promosi. Desainer grafis pun sangat strategis untuk mendukung promosi di media sosial. Pertanyaannya, siapkah kita dengan serba digitalisasi tersebut," kata Chelen melalui keterangannya dikutip Rabu (19/10/2022).
Chelen mencontohkan aplikasi hasil karya anak bangsa bernama Cultura. Aplikasi ini merupakan media pembelajaran dan pelestarian budaya Indonesia berbasis gim dengan menggunakan teknologi augmented reality. Aplikasi ini dibuat oleh tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya angkatan 2018.
“Jangan lupa, ragam karya anak negeri di bidang digital, maupun yang lainnya, harus didukung dan dilestarikan. Caranya, kita harus mencintai produk-produk buatan dalam negeri dan bangga dalam menggunakannya," ujar Chelen.
Ketua Umum Ekstrakurikuler Pandu Digital Indonesia Anshar Syukur menambahkan, di era digital sekarang ini, kecakapan digital sangat diperlukan. Dalam program literasi digital, ada istilah yang dia sebut sebagai pandu digital, yaitu masyarakat yang memiliki pemahaman, kemampuan, dan kompetensi mendasar terkait literasi digital. Fokus kegiatan ini ada di sektor UMKM, pariwisata, pendidikan, desa digital, petani, dan nelayan.
"Tantangan di era digital saat ini, khususnya di Indonesia, adalah keamanan siber, persaingan yang begitu ketat, pembangunan sumber daya manusia, akses internet yang belum merata, serta penerapan regulasi,” tuturnya.