Di luar peran sebagai pengelola resort, Mangku menjalani hari-hari yang sederhana. Berjalan di alam, merawat kebun, mengikuti ritme upacara, atau menikmati keheningan menjadi ruang refleksi yang menjaga keseimbangan batinnya.
"Saya tidak memisahkan secara kaku antara pekerjaan dan kehidupan pribadi," katanya.
Di tengah derasnya arus pembangunan, I Wayan Lanus memilih tetap 'grounding'. Melalui Sanggraloka Ubud, Mangku seakan mengingatkan bahwa Bali bukan hanya tempat untuk dibangun, tetapi ruang hidup yang patut dihormati dan dijaga bersama.