Ya, pengalaman masa muda Mangku mengajarkan satu hal penting, yaitu usaha adalah proses memahami orang lain. Mangku diketahui pernah menjadi pengusaha.
"Bukan semata berdagang, melainkan membangun kepercayaan dan menjaga hubungan. Nilai sederhana itu yang menempel kuat dan membentuk cara pandang saya dalam berbisnis hingga kini," ujarnya.
Ketika gagasan tentang Sanggraloka Ubud mulai muncul, Lanus sudah terlibat sejak awal. Bukan karena ambisi membangun resort mewah, tetapi karena kegelisahan akan arah pembangunan di Bali yang kerap mengabaikan akar budaya dan keseimbangan alam.
Baginya, properti seharusnya menjadi medium untuk merawat ruang, bukan sekadar mengisinya.
Prinsip itu diterjemahkan melalui konsep sanctuary yang diusung Sanggraloka Ubud.
Konsep ini lahir dari keyakinan bahwa budaya dan spiritualitas Bali tidak perlu dipertontonkan secara berlebihan, tapi cukup dijalani.