Henley & Partners juga mencatat bahwa kebebasan bepergian masyarakat dunia terus mengalami peningkatan dalam dua dekade terakhir.
Saat indeks ini pertama kali diluncurkan pada 2006, rata-rata paspor hanya memberikan akses bebas visa ke 58 destinasi. Kini, rata-rata paspor di seluruh dunia telah memberikan akses ke 108 destinasi.
Bahkan, pada 2006 paspor terkuat di dunia yang dimiliki warga Amerika Serikat, Denmark, dan Finlandia hanya memungkinkan perjalanan bebas visa ke sekitar 130 destinasi. Angka tersebut kini jauh melampaui 190 destinasi untuk negara dengan paspor terkuat.
Ketua Henley & Partners, Christian H Kaelin, mengatakan kekuatan paspor bukan hanya mencerminkan tingkat kesejahteraan suatu negara, tetapi juga menggambarkan posisi strategisnya di mata dunia.
"Data selama 20 tahun menunjukkan bahwa kekuatan paspor adalah salah satu ekspresi paling jelas dari modal geopolitik sebuah negara. Paspor terkuat dimiliki oleh negara-negara yang ingin dijadikan mitra oleh negara lain, baik untuk perdagangan, investasi, keamanan, maupun kerja sama," ujar Kaelin dikutip dari The Straits Times, Kamis (23/7/2026).