Mitigasi Bencana Kurangi Risiko pada Dunia Pariwisata, Ini Kata Menpar

Vien Dimyati
Menteri Pariwisata Arief Yahya sosialisasi soal mitigasi bencana. (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

“Begitu pemda menetapkan daerah statusnya ‘darurat’ apa yang terjadi? Di seluruh dunia menerbitkan travel warning atau travel advisor tidak boleh berkunjung ke daerah itu," ucapnya.

Menpar mencontohkan peristiwa erupsi Gunung Agung pada 2017 adanya pengumuman status darurat, Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) kemudian menerbikan travel advisor dan akibatnya tidak satu pun wisman Tiongkok berkunjung ke Bali. Selanjutnya, kita mengusulkan ke  Presiden Jokowi agar status darurat kebencanaan tersebut dicabut.  Ketika status darurat dicabut, kunjungan wisman Tiongkok ke Bali normal kembali. 

"Dengan pertimbangan yang sama, menjadi alasan mengapa pemerintah waktu itu tidak menetapkan bencana gempa di Lombok dengan kondisi darurat,” kata Arief Yahya.

Pada kesempatan itu, Menpar menegaskan kembali dalam mitigasi bencana  pemerintah wajib mengumumkan apa yang terjadi dan mencabut semua promosi tentang daerah yang terkena bencana. Selain itu, memberikan informasi akurat pada masyarakat dan industri pariwisata.

“Kesalahan dalam memberikan informasi bisa menyebabkan terjadi cancellation kunjungan wisatawan,” ucapnya.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Traveler Merapat! Pemerintah Siapkan Ratusan Miliar untuk Diskon Perjalanan Wisata

57 tahun lalu

Diskon Tiket Pesawat Berlanjut hingga Juli 2026, Pemerintah Siapkan Rp472 Miliar!

57 tahun lalu

Kemenpar Ungkap Vila dengan NIB Meningkat 76,4%, Sinyal Positif Pariwisata RI!

57 tahun lalu

Bersih-Bersih OTA Dimulai! Penginapan Tanpa Legalitas Bakal Disikat Kemenpar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal