Misteri 5 Kota yang Hilang Belum Ditemukan hingga Kini, Nomor 3 Banyak Harta Karun

Intan Afika Nuur Aziizah
Misteri kota yang hilang (Foto: ancient-origins)

Pada tahun 1906, Royal Geographical Society, organisasi Inggris yang mensponsori ekspedisi ilmiah, mengundang Fawcett untuk mensurvei bagian perbatasan antara Brasil dan Bolivia. Dia menghabiskan 18 bulan di daerah Mato Grosso dan selama berbagai ekspedisinya Fawcett menjadi terobsesi dengan gagasan tentang peradaban yang hilang di daerah ini.

Pada 1920, Fawcett menemukan dokumen di Perpustakaan Nasional Rio De Janeiro yang disebut Manuscript 512. Itu ditulis oleh seorang penjelajah Portugis pada 1753, yang mengaku telah menemukan kota bertembok jauh di wilayah Mato Grosso di hutan hujan Amazon. Naskah itu menggambarkan kota yang hilang dan kota perak dengan gedung-gedung bertingkat, lengkungan batu yang menjulang tinggi, serta jalan-jalan lebar yang mengarah ke danau tempat penjelajah itu melihat dua orang Indian kulit putih di dalam sampan.

Pada 1921, Fawcett memulai ekspedisi pertamanya untuk menemukan Kota Z yang Hilang, tetapi timnya sering terhalang oleh kesulitan hutan, hewan berbahaya, dan penyakit yang merajalela. Pencarian puncaknya terjadi pada 1925. Percy Fawcett yang berusia 58 tahun pergi ke hutan Brasil untuk menemukan kota hilang misterius yang disebutnya "Z". Namun, dia dan timnya justru menghilang tanpa jejak hingga cerita itu menjadi berita terbesar pada zamannya. Meskipun ada misi penyelamatan yang tak terhitung jumlahnya, tetapi Fawcett tidak pernah ditemukan.

Walaupun kota Z yang hilang tidak pernah ditemukan, tetapi banyak kota kuno dan sisa-sisa situs religius telah ditemukan dalam beberapa tahun terakhir di hutan Guatemala, Brasil, Bolivia, dan Honduras. Dengan munculnya teknologi pemindaian baru, ada kemungkinan, kota kuno yang terkait dengan legenda Z dapat ditemukan suatu hari nanti.

5. Kota Gurun yang Hilang di Dubai

Salah satu kota hilang yang paling terkenal di Arab adalah kota abad pertengahan Julfar. Julfar diyakini sebagai rumah bagi pelaut Arab legendaris Ahmad ibn Majid, bahkan diduga sebagai tempat tinggal Sindbad si Pelaut fiksi. Julfar berkembang pesat selama seribu tahun, sebelum akhirnya jatuh ke dalam kehancuran dan menghilang dari ingatan manusia selama hampir dua abad.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
4 hari lalu

Tak Sekadar Seru, Wahana Modern Kini Jadi Magnet Wisata Keluarga

5 hari lalu

Destinasi Wisata Indoor Mulai Perhatikan Cat Ramah Lingkungan, Ini Alasannya

25 hari lalu

Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!

31 hari lalu

Bangga! Indonesia Diakui sebagai Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal