"Setelah Maghrib akan ada transisi. Kalau tanggal 18 nanti masuk Ramadhan, video mapping akan berubah menjadi Marhaban Ya Ramadhan," jelasnya.
Menurut Denny, langkah ini adalah bentuk sensitivitas budaya dan sosial, mengingat Jakarta merupakan kota dengan latar belakang masyarakat yang beragam. Selain itu, ia juga memastikan fasilitas ibadah tersedia di sekitar kawasan Kota Tua bagi pengunjung yang ingin menunaikan shalat tarawih.
Denny pun mengimbau masyarakat untuk datang secara tertib dan bijaksana. Ia mengimbau masyarakat datang menggunakan transportasi umum yang aksesnya tersedia hingga malam hari.
"Jaga barang bawaan masing-masing dan gunakan angkutan umum karena akses transportasi masih tersedia hingga malam hari," pungkasnya.